Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektor dalam rangka meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Grand Tembaga, Timika, Papua Tengah, pada Rabu, 19 November 2025, dan dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari fasilitas kesehatan, klinik, hingga perwakilan distrik.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Mimika, Lenny Silas, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelayanan kesehatan ibu dan anak merupakan program prioritas nasional yang membutuhkan perhatian serius. Ia mengungkapkan, hingga September 2025, angka kematian ibu di Mimika telah mencapai 13 kasus, sementara kematian bayi juga masih terjadi dan membutuhkan penanganan bersama lintas sektor.
Menurut Lenny, sebagian besar kematian ibu dan bayi bukan disebabkan oleh kecelakaan, melainkan faktor-faktor yang sebenarnya dapat dicegah. Ia menjelaskan bahwa penyebab utama masih berkaitan dengan “3 Terlambat” dan “4 Terlalu”. Empat terlalu tersebut meliputi terlalu muda untuk hamil, terlalu tua untuk hamil, terlalu banyak jumlah anak, dan terlalu dekat jarak kehamilan. Sementara “3 Terlambat” mencakup terlambat mengambil keputusan untuk dirujuk, terlambat mendapatkan pertolongan, serta keterlambatan dalam penanganan di fasilitas kesehatan.
“Sering kali keluarga terlambat mengambil keputusan padahal kondisi ibu sudah darurat. Akibatnya, penanganan menjadi lambat dan risiko kematian meningkat. Ada juga kasus ketika ibu sudah dirujuk, namun fasilitas kesehatan belum dapat menindaklanjuti dengan cepat,” jelas Lenny.
Melalui rapat koordinasi ini, Dinas Kesehatan mengundang Rumah Sakit Umum Daerah, seluruh kepala puskesmas, penanggung jawab program KIA, klinik penyedia layanan persalinan, serta perwakilan distrik. Tujuannya adalah memperkuat kerja sama dan memastikan semua pihak memahami peran masing-masing dalam menekan angka kematian ibu dan anak.
“Kami berharap distrik dapat membantu mengedukasi masyarakat agar lebih cepat mengambil keputusan ketika terjadi kondisi darurat. Keselamatan ibu dan bayi adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas Lenny.
Rakor lintas sektor ini diharapkan melahirkan langkah-langkah konkret, peningkatan koordinasi, serta komitmen bersama untuk memperbaiki mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Mimika. Dengan sinergi yang lebih kuat, pemerintah yakin upaya penurunan angka kematian dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
